Di dunia bisnis, pengalaman sering kali menjadi guru terbaik. Hal tersebut dibuktikan oleh
Angga Susilo AP, alumni Manajemen Pemasaran Universitas Atma Jaya Yogyakarta
angkatan 2003, yang berhasil membangun PT Hafa Nusantara Sentosa melalui brand
Hanata Food, produsen makaroni yang kini telah dipasarkan ke berbagai wilayah di
Indonesia.

Perjalanan Angga tidak dimulai dengan langsung mendirikan perusahaan. Sejak tahun
2008, ia meniti karier sebagai karyawan di berbagai perusahaan di industri food and
beverage (F&B). Dari setiap tempat ia bekerja, Angga mempelajari banyak hal, mulai dari
standar produksi, pengembangan produk, hingga strategi menghadapi dinamika pasar
makanan di Indonesia.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah ketika bergabung dengan PT Kobe
Boga Utama. Di sana, ia melihat bagaimana sebuah produk lokal mampu berkembang
menjadi merek yang dikenal luas. Pengalaman tersebut menjadi inspirasi baginya untuk
suatu hari menghadirkan produk makaroni dengan karakter, kualitas, dan identitas yang kuat
sebagai brand lokal Indonesia.

Inspirasi tersebut akhirnya diwujudkan pada tahun 2022 melalui pendirian PT Hafa
Nusantara Sentosa. Perusahaan ini berfokus pada produksi makaroni kering dan lahir di
tengah kondisi industri yang penuh tantangan setelah pandemi, ketika pasar makanan
ringan dibanjiri berbagai produk impor. Bagi Angga, kondisi tersebut bukanlah hambatan,
melainkan peluang untuk membuktikan bahwa produk lokal mampu bersaing melalui
kualitas dan inovasi.

Komitmen tersebut membuahkan hasil. Hanata Food terus menunjukkan pertumbuhan yang
positif dengan memperluas jaringan distribusi ke berbagai daerah, mulai dari Jawa Tengah,
Jawa Timur, Jakarta, Jabodetabek, hingga Bali. Produk-produknya diterima oleh berbagai
kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, sehingga mampu menjangkau pasar
yang luas.

Tidak hanya berkembang dari sisi distribusi, Hanata Food juga berhasil menjalin kerja sama
dengan berbagai jaringan ritel modern. Di Yogyakarta, produk Hanata Food telah tersedia di
sejumlah toko ternama seperti Mirota, Progo, dan Pamela. Kepercayaan dari berbagai mitra
tersebut menjadi bukti bahwa kualitas produk Hanata Food mampu memenuhi standar pasar
modern.

Perjalanan perusahaan juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dari sisi organisasi.
Berawal hanya dari dua orang founder, Hanata Food kini berkembang menjadi perusahaan
dengan hampir 30 anggota tim. Pertumbuhan ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam membangun budaya kerja yang profesional sekaligus memperkuat posisinya sebagai brand lokal yang berkelanjutan.

Bagi Angga Susilo, membangun bisnis bukan hanya tentang menghasilkan produk yang
baik, tetapi juga tentang menciptakan peluang, membuka lapangan pekerjaan, serta
menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat. Dengan semangat inovasi, kerja keras, dan
konsistensi, Hanata Food terus membuka peluang kolaborasi dan memperluas jaringan
distribusi agar semakin banyak masyarakat dapat menikmati produk berkualitas buatan
Indonesia.

Kisah Angga menjadi inspirasi bagi keluarga besar Kamajaya Business Club (KBC) bahwa
pengalaman profesional dapat menjadi modal berharga untuk membangun usaha sendiri.
Keberanian mengambil langkah, dipadukan dengan komitmen untuk terus belajar dan
berinovasi, menjadi fondasi penting dalam menciptakan bisnis yang mampu bertahan
sekaligus memberikan dampak positif bagi banyak orang.

Semangat tersebut sejalan dengan nilai yang terus dibangun di KBC, yaitu mendorong para
alumni untuk saling menginspirasi, memperkuat jejaring, dan menghadirkan karya terbaik
bagi dunia usaha Indonesia.